Honduras

Kurcaci yang Bisa Mengejutkan

INI baru pengalaman kedua buat Honduras masuk putaran final Piala Dunia. Terakhir, mereka lolos ke putaran final Piala Dunia 1982 di Spanyol. Meski dianggap kurcaci di antara 32 peserta, Honduras bisa sangat mengejutkan.

Di Piala Dunia 1982, pada pertandingan pertama, Honduras menahan Spanyol 1-1. Ini amat mengejutkan dan membuat tuan rumah terancam tersingkir. Beruntung, Spanyol akhirnya menduduki urutan kedua di bawah Irlandia Utara dan akhirnya lolos ke babak selanjutnya. Sedangkan Honduras langsung tersingkir.

Meski begitu, Honduras sempat menahan Irlandia Utara 1-1 dan hanya kalah 0-1 dari Yugoslavia. Meski tersingkir, penampilan mereka cukup mengejutkan dan menakutkan.

Setelah itu, kekacauan politik di negeri itu membuat hampir semua bidang terseok-seok, termasuk sepak bola. Sekarang, Honduras seperti bangkit lagi. Kehadirannya di Piala Dunia 2010 bisa kembali mengejutkan.

Berada di Grup H, mereka kembali bertemu Spanyol. Selain itu, mereka juga akan melawan Cile dan Swiss. Peluang untuk ke babak selanjutnya terbuka.

Di babak kualifikasi, Honduras sudah menunjukkan potensi mereka cukup membahagiakan. Berada di Zona Amerika Tengah, Utara, dan Kepulauan Karibia (CONCACAF), Honduras mampu mengalahkan Meksiko dua kali. Mereka juga mengalahkan Kosta Rika, Trinidad & Tobago, dan El Salvador. Meski kalah dua kali dari Amerika Serikat, posisi mereka cukup bagus hingga lolos langsung ke putaran final. (Hery Prasetyo)

Statistik
Top skorer:
Carlos Pavon (7 gol)

Skuad Honduras
Kiper:

John Bodden, Ricardo Canales, Donis Slatiel Escober
Belakang:
Osman Danilo, Mariano Acevedo, Nery Medina, Osman Chavez, David Molina, Jonny Palacios, Erick Morales. Juan Garcia

Gelandang:

Carlos Alberto Palacios, Luis Ramos, Edder Delgado, Miguel Angel Castillo, Melvin Valladares, Roger Espinoza, Rigoberto Padilla, Marvin Chavez

Depan:
Walter Martinez, Georgie Welcome, Luis Lopez, Allan Lalin, Carlos Mejia

Reinaldo Rueda: Dendam yang Terbayar

DENDAM, itu yang ada di pikiran Reinaldo Rueda saat dipecat Timnas Kolombia karena gagal meloloskan tim negerinya itu ke putaran final Piala Dunia 2006. Menjadi pelatih Honduras sejak 2007, dia bertekad membawa negeri itu ke putaran final demi membayar kesalahan masa lalunya.

Rueda berhasil. Dia dinilai menjadi kunci kesuksesan Honduras lolos ke Afrika Selatan. Sementara negerinya, Kolombia, justru gagal.

Rueda memang tak pernah menjadi pemain top. Namun, sebagai pelatih dia cukup pengalaman dan dinilai memiliki kreativitas tinggi. Itu pula yang membuatnya dipercaya menangani klub-klub besar Kolombia macam Deportivo Cali, Independiente Medellin, adn Cortulua.

Dia kemudian dipercaya menangani tim junior Kolombia, membawa negeri itu ke Piala Dunia U-21 di Perancis pada 2000. Tahun 2003, dia membawa Kolombia merebut tempat ketiga Piala Dunia Junior. Karena itu, setahun kemudian dia diminta menangani Timnas Kolombia senior.

Rueda tergolong sukses. Sebab, dia mampu membawa Kolombia berada di tempat keempat Copa America 2004. Namun, begitu dia gagal meloloskan Kolombia ke Piala Dunia 2006, maka langsung dipecat. Padahal, sebenarnya Kolombia di bawah asuhannya cukup bagus.

Rueda termasuk rajin belajar kepelatihan dari FIFA, bahkan UEFA. Dia juga termasuk reformis yang tak segan mengubah gaya bermain demi tuntutan terkini.

“Rueda juga tak terlalu mementingkan kebintangan. Tidak semua pemain yang dia panggil terbaik di Honduras. Tapi, dia memanggil pemain berdasarkan kesesuaian dengan taktik, strategi, dan gaya permainannya,” jelas mantan pelatih Honduras, Primitivo Maradiaga.

Selain itu, dia mampu mengangkat mental pemain. Itu pula sebabnya, dia dinilai menjadi kunci sukses Honduras ke Afrika Selatan. Ini kali kedua Honduras ke putaran final Piala Dunia setelah pada 1982 di Spanyol.

Wilson Palacios: Gelandang Pemberani

HONDURAS beruntung memiliki pemain seperti Wilson Palacios. Dia gelandang yang agresif, ngotot, juga berani. Kelebihan lain, dia punya jiwa kepemimpinan yang tinggi.

Karena itu, setelah lama membela klub dalam negeri, Olimpia, dia kemudian mendapat perhatian klub Eropa. Arsenal dan Red Star Belgrade pernah tertarik dan dia sempat diuji. Memang dianggap kurang sesuai keinginan kedua klub itu. Namun, mereka akhirnya melepas tak jadi mengontraknya.

Palacios kemudian membela Birmingham sebagai pemain pinjaman pada musim 2007-2008. Tampil menawan, dia pindah ke Wigan Athletic. Pengaruhnya dalam permainan semakin kuat, hingga Tottenham Hotspur pun membelinya pada musim ini.

Bersama “Spurs”, permainannya terus berkembang. Bahkan, dia dinilai pemain penting yang menjadi kebutuhan tim.

“Palacios memberi perbedaan besar di klub ini. Dia kuat dan agresif. Itu yang sangat dibutuhkan Tottenham. Dia tak pernah takut kontak fisik maupun meladeni permainan keras lawan. Anda butuh orang seperti dia untuk sukses,” puji pelatih Tottenham, Harry Redknapp.

Kepadanya pula, Honduras banyak berharap. Dia diperkirakan akan bersinar di Piala Dunia 2010 nanti, meskipun timnya tak akan melangkah jauh.

HPR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: