Korupsi dan Suap: “cara cepat menyelesaikan urusan…”


Dari segi ranah hukum, korupsi adalah kejahatan perdata. Apakah penyebab seseorang secara pribadi atau pun dalam suatu institusi perusahaan atau pemerintah melakukan korupsi? Korupsi dapat terjadi oleh karena:

  • Tuntutan ekonomi keluarga; kurangnya penghasilan yang didapat seseorang dari pekerjaan utamanya, maka saat menemukan sebuah kesempatan untuk menambah penghasilannya, ia rela mengorbankan hati nuraninya. Sehingga terjadilah tindakan yang disebut korupsi.
  • Karakter pribadi; orang yang sering berlaku tidak jujur akan menjadi sebuah kebiasaan dalam hidup. Hal ini memungkinkan sebuah tindakan korupsi dalam menyelesaikan sebuah urusan sepele sekalipun apalagi dalam keadaan lebih rumit.

Berbeda dengan “korupsi” yang melibatkan keuangan internal sebuah institusi perusahaan atau pemerintah, adalah “suap”. Suap adalah tindakan memberikan sesuatu yang berharga yang pasti disukai oleh si penerima suap. Mengapa seseorang atau institusi perusahaan atau pemerintah melakukan suap atau sebaliknya menerima suap?

Penyebab utamanya antara lain:

  • Urusan sekolah; buruknya nilai ujian seorang siswa membuatnya berkali-kali tinggal kelas, tidak lulus atau tidak diterima untuk masuk menjadi mahasiswa di sebuah perguruan tinggi. Pihak keluarga harus membayar sejumlah uang untuk menyelesaikan urusan ini, dengan cara memberikan uang pelicin yang tidak sedikit jumlahnya. Setelah itu dijamin naik kelas, lulus atau diterima masuk perguruan tinggi.
  • Urusan birokrasi; buruknya kinerja dalam sebuah institusi perusahaan atau pemerintah dalam menyediakan layanan secara cepat, murah dan efisien. Kalau mau cepat selesai dipersilahkan pakai jalur khusus (jalan tol), dengan cara memberikan uang pelicin yang sedikit hingga yang cukup lumayan besarnya.
  • Membuat dokumen palsu; contoh: kartu tanda penduduk, kartu keluarga, faktur pajak, dll.

Demikianlah korupsi dan suap menjadi sebuah cara yang paling cepat untuk menyelesaikan urusan yang rumit dan berbelit-belit.

Untungnya, masih ada sebagian orang yang punya niat baik untuk membersihkan negara ini dari tindak korupsi dan suap. Mereka perlu dukungan dari pemerintah yang berkuasa dan terutama masyarakat sendiri. Tidak perlu banyak berkomentar di layar televisi untuk menilai menganalisa bahkan menyerang pihak lainnya. Kalau memang memiliki keinginan untuk memberantas korupsi dan suap, silahkan lakukan sesuatu (jangan cuma banyak bicara, karena negara ini terkenal sebagai negara yang banyak bicara tanpa berbuat apa-apa – no action talk only).

Mari kita dukung institusi penegak hukum dan pemerintah untuk menyelesaikan semua kasus korupsi dan suap, hingga tercipta sebuah negara yang bebas dari korupsi dan suap. Jangan sampai kita disebut sebagai REPUBLIK KORUPTOR!

One Response to “Korupsi dan Suap: “cara cepat menyelesaikan urusan…””

  1. Mahfud MD Lebih Suka Disebut Lulusan Pesantren | Bani Madrowi Says:

    […] Korupsi dan Suap: “cara cepat menyelesaikan urusan…” […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: