“Online Trading”, Investor Dituntut Lebih Mandiri


Fasilitas online trading adalah salah satu produk instan pada pasar modal. Waktu dan biaya terpangkas, investor pun merasa nyaman dengan transaksi yang praktis dan efisien.

Pengamat pasar modal, Goei Siauw Hong, mengatakan bahwa fasilitas transaksi saham secara online sangat bermanfaat bagi investor muda yang terbiasa menggunakan teknologi informasi seperti internet. “Yang pasti, biayanya lebih murah. Eksekusi kontrak pun lebih mudah karena tidak ada risiko delay ketika menggunakan perantara,” ujarnya.

Namun, fasilitas ini juga punya kelemahan. Kehadiran online trading meminimalkan pertimbangan investor dalam membuat keputusan investasi. Investor dituntut bertransaksi tanpa kehadiran “penasihat” dan berusaha mencari informasi dan riset terkait saham yang hendak dijual atau dibelinya.

Untung saja, sajian informasi kini sudah lengkap. Selain dari media cetak dan elektronik, forum diskusi investor sekarang juga marak. Hanya, masalah tak lantas habis. Investor harus cermat memilih broker yang menyediakan fasilitas online trading di tengah-tengah persaingan bisnis sekuritas.

“Perusahaan tersebut harus bisa diandalkan, dengan infrastruktur dan organisasi yang lengkap,” ujar Hendra Julius S Martono, VP Business Development Kim Eng Securities.

Tak hanya itu. Pilihlah juga perusahaan sekuritas yang punya tim analis lengkap. Dengan demikian, Anda tinggal melihat riset yang tersedia di broker sebelum bertransaksi.

Goei menyarankan agar investor memilih perusahaan sekuritas yang telah memiliki direktur kepatuhan sendiri. Kalau perlu, cari tahu reputasi pemilik perusahaan tersebut agar Anda semakin yakin mempercayakan uang di perusahaan sekuritas itu. Selanjutnya, pilih sekuritas yang mematok biaya rendah.

Namun, transaksi saham secara online bakal lebih nyaman lagi apabila payung hukumnya sudah jelas. Makanya, Goei berharap, otoritas pasar modal segera menuntaskan peraturan mengenai online trading.

“Booming Online Trading”

Bak virus yang mewabah, bisnis online trading sedang menjangkiti banyak perusahaan sekuritas. Awal tahun ini, ada dua perusahaan sekuritas yang ingin mencicipi bisnis ini dengan menambahkan fasilitas online trading bagi investornya. Sebut saja PT Kim Eng Securities dan PT Bhakti Securities.

Pada 18 Januari lalu, Kim Eng merilis fasilitas online trading dengan nama KE Trading. Menurut Hendra Julius S Martono, Vice President Business Development Kim Eng Securities, ada kebutuhan investor yang ingin bertransaksi sendiri tanpa melalui broker.

Meski tergolong pemain baru di Indonesia, Kim Eng sudah cukup berpengalaman di bidang online trading di luar negeri. “Di Thailand, online trading Kim Eng sudah berjalan lima tahun,” kata Hendra. Sedangkan di Vietnam, Kim Eng sudah memberikan layanan ini sejak dua tahun lalu dengan jumlah pelanggan sebanyak 20.000 orang.

Karena itu, Kim Eng tidak main-main dalam memilih pangsa pasar mereka. “Kami menyasar pada pelanggan yang memang sudah tahu reputasi Kim Eng,” ujarnya. Hendra optimistis bisa menggaet sekitar 10.000 pelanggan baru untuk online trading. Saat ini, Kim Eng baru memiliki 4.000 pelanggan.

Tujuan penambahan fasilitas transaksi saham ini juga untuk menggenjot nilai transaksinya. Begitu halnya Kim Eng, yang saat ini rata-rata nilai transaksi hariannya Rp 350 miliar-Rp 400 miliar. “Kami menargetkan nilai transaksi hariannya bisa mencapai Rp 1 triliun,” kata Hendra.

Target terus naik

Tak mau ketinggalan, Bhakti Securities pun telah membuat sebuah fasilitas online trading bertajuk Bhakti Online Brokerage (BOB). Sayang, dampaknya ke perusahaan belum terasa meski sudah beroperasi selama dua bulan. Edison Marjono, Head Division of Online Trading BHIT, mengaku jumlah investornya baru bertambah 100-an orang.

Akan tetapi, nilai transaksi harian sudah mulai bertambah dari Rp 30 miliar menjadi Rp 40 miliar. Tahun ini, Bhakti mengincar total nilai transaksi sebesar Rp 33 triliun atau 2 persen dari total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia. Tahun lalu, total nilai transaksi Bhakti sekitar Rp 16,5 triliun.

Satu lagi sekuritas yang tengah menggeber online trading, yaitu PT Reliance Securities Tbk (RELI), dengan meluncurkan ReliTrade. Targetnya, nilai transaksi rata-rata harian online trading sebesar 25 persen-50 persen dari total transaksi harian Reliance pada tahun ini.

“Kami berharap total transaksi akan tumbuh 30 persen dari posisi tahun lalu,” ujar Wakil Presiden Direktur Reliance Nicky Hogan. Pada 2009, total nilai transaksi rata-rata hariannya mencapai Rp 120 miliar. Artinya, nilai rata-rata transaksi harian Reliance pada 2010 bisa mencapai Rp 156 miliar.

(Avanty Nurdiana, Ade Jun Firdaus/Kontan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: